Menangis Semalam

July 28th, 2007 by moz5warrior

Baru ketemu temen lama. Sahabat ketika kuliah di UI. Kami janjian di Bentara Budaya Palmerah Selatan sekalian ikut reuni Fans LUPUS. (Udah tua nih…dari kelas 3 SD ampe sekarang bacanya LUPUS mulu!)

Kami cerita banyak hal. Keluarga, masa lalu, pekerjaan, dan mimpi masa depan. Terutama, keadaan sekarang. Temanku terkaget-kaget mendengar cerita yang mengalir begitu deras dari mulutku. Itu pun baru setengah. Kami berencana bertemu kembali.

Aku hampir menangis bercerita tentang diriku yang deeper underground saat  ini. Aku gak minta dikasihani oleh dia. Malu. Tapi aku gak pernah bohong sama dia.

Pulang dari Bentara Budaya, aku menangis sepanjang jalan di bus kota. Pas Maghrib pula! Gak habis pikir dengan semua yang kualami dan terlontar begitu saja dari mulutku padanya. Rasanya kok cengeng! Rasanya minder berhadapan dengan seorang wanita yang sekarang udah hidup enak, mau apa ajah bisa, mau beli apa ajah bisa, dan….ugh, kok mikir materi?

Tangisanku belum berhenti. Aku masih harus bertemu dia enatah kapan. Dia ngajak bisnis. Eits jangan salah,ya? Aku bukan donatur tapi marketingnya. Okelah, gak papa.

Tapi aku belum berhenti menangis. Bukan karena hidupku kali ini, tapi karena anakku…

Milik Orang Lain

May 1st, 2007 by moz5warrior

"Kau ada yang memiliki…Aku ada yang memiliki…" Kalo dengerin lagunya Utha Likumahuwa itu, kadang aku suka nyengir2 garing bahkan nangis. Norak?Emang!Soalnya aku hingga saat ini ternyata masih memiliki sedikit sisa rasa cinta terhadap dia… (gara2nyapun aku termasuk jablai waktu deket sama dia. Idih!Jayus!)

Mencintai tak harus selalu memiliki. Ember! Tapi kalo udah begini, tinggal nyeselnya! Asli! Bayangin aja, aku kenal dia di sebuah rental komputer deket kampus. Cuma 2 orang temen yang tau. Aku dan dia gak pernah pacaran. Aku deket ajah sama dia. TTM (teman tapi mesra) versi aku. Soalnya aku gak pernah tau perasaan dia hingga saat ini. Satu hal yang aku rasa dia baik ama aku. Itu aja. Klise? Emang! Sebel!

Taon ‘99 aku kenal dia. Sewindu nih! Aku nikah taon ‘03. Dan tiba2 dia "kabur" ke pulau seberang. Aku sempat ge-er lho…Oh, ternyata dia cinta sama aku.Idih! Ketika akhirnya dia nikah ‘06 yang lalu, aku sempat nangis semalaman. Tau dari temennya dan bukan dari dia langsung! Aku gemeteran. Oh, gini rasanya patah hati?Suamiku tau aku pernah dekat ama dia tapi gak pernah tau kalo aku pernah SANGAT mencintai dia….

Aku gak mau mengkhianati suamiku. Tapi ternyata aku selingkuh dengan perasaanku. Aku gak pernah ingat2 dia, tapi kalo keingnetan en kepikiran, rasa bersalah itu terus menghantui. Aku bahagia dengan keluargaku dan kuharap dia juga demikian. Satu hal bijak dari almarhumah mama yang selalu aku ingat:"Jangan pernah kamu rusak milik orang lain meski kamu sangat ingin memilikinya. Belum tentu milik orang lain itu bermanfaat buatmu."

Begitu…

Mati ajah deh aku!

Sepertinya Masih Tetap Indah

April 28th, 2007 by moz5warrior

Patah Hati (lagi)

Dimarahi suami (lagi)

Nguras tabungan (lagi)

Diteror kreditor (lagi)

Sepertinya emang kematian di dunia ini mengkarabiku setiap detik dengan penuh kepanikan…Ketegangan…

Kesalahan masa laluku..Apa iya separah itu? Apa iya seburuk itu? Kenapa? Rasanya aku tidak….aahhh..Pasti aku dinilai durhaka, dinilai munafik, dinilai opportunis, dinilai terkutuk…

Rasanya sih emang aku harus seperti ini….

Kematian masih yang terbaik mungkin? Bebas dari masalah (di dunia) dan kemudian tinggal antri di pintu neraka.

Bweh!

Apakah Indah?

April 17th, 2007 by moz5warrior

Apakah indah?

Kematian itu bagaimana rasanya? Bukan…Bukan kematian jiwa raga yang biasa terjadi…

Kita masih hidup. Masih bisa bernafas. Namun jiwa yang hampa. Bukankah itu kematian juga?

Melihat pasangan kita menderita, melihat anak kita sakit, kelaparan, kedinginan. Tapi kita hidup! Kematian macam apa itu?

Dijauhi kerabat. Dimusuhi handai taulan. Dihina saudara. Kurasa itu bentuk kematian juga.

Saat iman kita terpuruk…Jatuh ke dasar jurang. Tak ada yang mampu (tak mau?) menolong. Berdarah-darah berusaha naik ke permukaan. Sulit bernafas. Mimpi buruk! Semakin berusaha naik, ratusan batu menimpa kepala dan terjatuh lagi.

Apakah kematian itu indah? Melihat anak menangis, melihat pasangan menatap langit dengan pandangan kosong, gemetar mengingat mati yang sesungguhnya.

Aku tak bisa tahu….Apakah Allah masih berada di hatiku..atau perlahan menghilang? Adakah yang bisa menolongku? Meraih tanganku untuk keluar dari jurang? Meminta Allah agar tak meninggalkanku?

Aku mau mati Khusnul Khatimah.

Tapi sebelum itu, aku bertanya pada semua: Apakah mati itu Indah?

Tambah Tua dehhhhh….

April 5th, 2007 by moz5warrior

Astaghfirullah….

Usiaku berkurang satu lagi…hix..hix….mendekati kematian…yang entah kapan akan menjemput…

Subhanallah….

Tak berkurang cinta Allah padaku meski tahu kalau imanku kadang seperti lift naik turun…

Alhamdulillah…

Keluarga tetap aku, kesehatan tetap terpelihara. Meski secara finansial masih berantakan….tak mengapa selama Allah tak meninggalkanku…

Allahuakbar!

Aku masih bisa menulis ini untuk kalian baca…meski sempat aku frustasi…

Jazaakumullah….

Kepada semua yang menyayangiku dengan ikhlas dan tetap menerimaku apa adanya…

Doakan aku tetap menjadi Diana yang kalian kenal…

Ya Allah, terima kasih atas cintaMu yang tak pernah pudar. Terima kasih atas kasihMu yang tak pernah luntur. Terima kasih atas maafMu yang melaut luas….

Telah Pergi….

January 31st, 2007 by moz5warrior

Penggoda hatiku..

Yang selalu membuatku tersenyum jika ia lewat di depanku…

Yang mengingatkanku akan sandaran hidupku dulu…

Selalu kurindukan ia datang di hari-hariku yang sepi…

Tanpa pernah kuduga…Secepat itu ia pergi meninggalkanku

Tiada kata perpisahan hingga membuatku terpaku…

Sekali lagi aku menangis…Kembali dalam sepi…Sendiri…

Ya Allah…Tak bisakah aku merasa bahagia itu lagi?

Ketika dulu Kau ambil sandaran hidupku, kini Kau ambil kembali orang yang kupikir akan membuatku selalu bisa merasa hadirnya…

Bapak Hanafi…Usia -/+76tahun (lupa!)…dimakamkan di Jawa Tengah…

Dia…begitu mirip dengan almarhum bapakku…

Itu sebabnya aku menangis kembali…

Sepi lagi…

Jalan Hidup Ada yang Atur

December 25th, 2006 by moz5warrior

begitulah…

mana aku tau kalau jalan hidupku seperti orang main sinetron begini?

dan lihatlah teman2ku yang kupikir biasa2 ajah ternyata sukses berat!

-blank-

hhhh….

plzzz….mau meledak deh rasanya! setidaknya aku masih bisa bertanya dalam hatiku: fabiayyi alaa i Rabbikuma tukadziban? begitu!

POLIGAMI

December 7th, 2006 by moz5warrior

hehehehe….heboh buanget kan begitu berita tentang guruku terhormat itu menikah lagi? rusuh!

pada dasarnya aku setuju poligami dengan sederet catatan di dalamnya. misal: istri pertama tak lagi bisa melayani suami karena sakit atau karena alasan medis lain. dua, meminta sang istri yang memilih madunya. tiga, untuk mengangkat derajat calon istri kedua (biasanya janda ditinggal meninggal) agar tak kena fitnah masyarakat.

itu contoh aja. sementara aku pikir, apa sih kurangnya teh Ninih? Masih sehat lahir batin. Madunya pun Aa Gym sendiri yang cari (gara2 sering ngeliat teh Rini ngaji.) Dan teh Rini adalah janda kembang euy…

Katanya (denger di radio) Aa nikah karena kasihan teh Rini banyak anak. Aduh, masya Allah deh! Anak2 teh Ninih lebih buanyak tuh! (semoga aku gak ghibah)

kadang aku mikir…gak kepikiran Aa Gym nikah lagi! Sungguh! Baca di sebuah tabloid, teh Ninih ampe kram dan gak bisa pingsan tapi panas dingin begitu tau sang suami ingin menikah lagi. "Apa yang salah dalam diriku?" mungkin begitu pikiran teteh. Aku tak menyalahkan Aa bila ingin menikah lagi tetapi… setelah 20 tahun menikah, sudahkah Aa benar2 menyelami perasaan teteh yang paling dalam????

Dan…bagaimana dengan perasaan Ghaida,Ghazi,Ghina,Ghaza dan adik2? Entahlah…

Aku gak sanggup nulis banyak karena…aku pun anak dari istri kedua almarhum bapakku. Aku bisa mengerti perasaan teh Ninih dan anak2…

Live must go on…

I Am Frigid

December 6th, 2006 by moz5warrior

Itu kata temanku yang tiba2 datang ke rumah sambil nangis ujan2. Bweh. Aku bengong. Kok bisa? Setelah aku suguhkan teh manis kesukaannya, mengalirlah cerita itu.

Setelah melahirkan anak kedua, bencana itu mulai mengintip. lelah, suntuk,merasa tak cantik lagi, dan tak terangsang sedikitpun ketika sang suami mengajaknya bermesraan. Apalagi, si suami sedang puber kedua (maklum usianya 40 th). Makin paniklah temanku itu.

Aku bener2 gak bisa apa2.asli! sementara ia menangis makin keras, aku hanya bisa mengajaknya beristighfar dan shalat Ashar. Malah akhirnya dia bilang, "Aku gak mau kayak teh Ninih! gak mau diduain!"

Aku tambah bengong. Dalam hatipun aku berpikiran sama.

Hingga saat ini, aku gak bisa kasih jawaban yang memuaskan untuk dia. Gimana dong? Giliran aku yang ketakutan jadi frigid juga. na’udzubillah deh!

Masih Ada Tanah Di Bawahku

November 22nd, 2006 by moz5warrior

terserah! terserah!

mau nangis juga percuma. mau marah, buang energi. mau diem, ya masalah gak akan selesai. tapi itulah yang terjadi…

aku terus-terusan mengutuk diriku sendiri atas ketidakadilan yang aku terima. norak banget deh! herannya, aku masih misuh-misuh sendiri.

dan hal itu terhenti ketika suatu hari aku jalan di lorong bawah stasiun depok baru. banyak….banyak hal yang aku lihat. dan aku menangis. kini aku tau tangisku tak percuma.

masih banyak yang berada di bawahku. kalau tubuhku (nyaris)  sempurna, maka yang aku lihat adalah nyata. (maaf) kecacatan fisik itu…

kalau aku masih mampu beli susu formula untuk anakku, lantas bagaimana dengan bayi yang seusia anakku yang sedang merintih kelaparan itu?

kalau aku masih bisa menikmati nyamannya kamar tidurku, masihkah aku bisa merasakan gelisahnya tidur di ruang pengap dan memuakkan itu?

norak deh aku kalau ternyata aku masih menggugat Allah!