Parno Sendiri

Umar semakin cerewet. Semakin pintar ngoceh dan …. susah deh bilangnya. Pokoknya menakjubkan! Kalo mau berhitung, mulainya "iga" alias "tiga" dulu baru " atu", "uwa","mpa"…..hehehehe.

Ainun semakin kelihatan cantik. Anak gadisku yang satu ini pun semakin pintar. Dia tuh yang bikin Umar selalu kangen. Tiap ada suara telepon, langsung teriak, "Teteh Ninun!" dan menangis. "Aoh, teh? Ninun? Aoh… Yaaa…"

Keduanya pun kini membuatku khawatir. Berita penculikan, pembunuhan, pemerkosaan… Astaghfirullah! Gemeteran deh… Rasanya tak akan terbayangkan bila keduanya hilang dari pelukanku. Kiamat deh!

Makanya aku jadi parno sendiri. Suka mikir, kalo Umar diculik, gimana? dia belum lancar ngomong…. Siapa yang tega merebutnya dari tanganku? Kalo Ainun diperkosa, gimana? Masa depannya? Ada gak yang mau sama dia? Apakah pria lain percaya bahwa anakku gadis baik2?

Ya Allah, jangan biarkan semua itu terjadi! Bagaimana kau bisa bertanggung jawab di hadapanMu kelak????

Ainun dan Umar… Maafkan bila bunda belum bisa menjadi ibu yang baik bagi kalian…

Leave a Reply