Sudah Berubah
Gak banyak yang tau kalo aku sudah berubah. Hampir…enam tahun. Dan (hampir) seluruh aspek kehidupanku juga berubah. Terutama dari segi spiritual. Sok suci? Terserah deh… Aku mencoba untuk berubah. Sulit. Teramat sulit. Jika melihat jauh kebelakang, sungguh rasanya menangis seluas samudra pun takkan mengurangi rasa penyesalan itu…
Yang mengenalku dengan baik mengerti akan keegoisanku dulu. Pokoknya kudu dan mesti harus pendapatku yang bener. Lupa deh kalo di dunia ini semuanya berdampingan. Aku hampir tak bisa menghargai orang lain. Pun ortuku sendiri. Ketika almarhumah mama memintaku untuk menemaninya di kamar rumah sakit yang dingin dan sepi, aku malah pulang dengan dalih ujian matematika. Ketika nilaiku hanya dapat 4 (empat!), aku tidak menangis.
Ketika aku terus menerus memaksa almarhum bapak mentransfer sejumlah uang dengan dalih dana kuliah padahal bapakku lagi krisis, aku tak peduli dengan mata bapak yang bertelaga bening…
Dulu aku berhati batu. Tak ada rasa empati. Iba melihat kantong2 kemiskinan ibukota, tapi boro2 ngerasain SEANDAINYA aku yang menempati posisi mereka (I did).
Dulu suara ‘kebun binatang’ bisa terdengar dari mulutku saban waktu. Tak peduli orang lain sakit hati kukatai habis2an. Pokoknya aku puas, meski setelah itu harus bertengkar.
Aku anak nakal. Liar. Brutal. Entah apa lagi… Aku frustrasi. Itukah sebabnya aku sering diajak mama ke psikolog? (Kenapa gak ke psikiater sekalian?) Ada yang salah dalam diriku. Mungkin.
Kalau sekarang aku berubah, adakah yang percaya? Adakah yang mau menerima? Aku sendiri gak tau dan pasrah.
Ramadhan kali ini, saatnya aku berubah lagi. Kembali menjadi kepompong Ramadhan agar kelak di hari yang fitri aku bisa menjadi kupu2 yang cantik…Amien…