Merindumu
Tak ada yang salah dengan dirimu
Aku yang selalu menyusahkanmu dengan emosiku. Aku yang selalu meninggikan suaraku di hadapanmu. Aku yang kurang peka akan kebutuhanmu. Aku yang selalu merasa ‘lebih’ darimu.
Ada sesuatu dalam dirimu
Ketika aku pernah membuat harapan di masa kecilku tentang pangeran yang baik hati. Ketika di sebuah malam Ramadhan aku menangis karena cintaNya. Ketika aku melihat senyummu untuk pertama kali. Ketika Allah menunjukkan kuasaNya atas diriku.
Ada harapan yang membentang
Kita akan selalu berjalan bersama. Kita akan selalu saling melengkapi dan menasehati. Kita akan selalu menengok ke belakang untuk menatap masa depan. Kita akan selalu ingat janji kita pada Allah.
Tak akan mudah untuk menghadapinya. Namun aku yakin kita mampu. Untuk itulah Allah menyatukan kita. Untuk itulah aku selalu merindukanmu.
Aku mencintaimu karena Allah…