Anakku Sayang
Calon Mujahid tercinta!
Apa kabarmu, nak? Masihkah engkau menyuarakan rindumu untuk bunda? Masihkah senyum itu tersisa agar bisa bunda nikmati? Masihkah pelukan hangat dan erat itu hanya untuk bunda?
Jangan menangis lagi. Maafkan bila terkadang bunda khilaf mendzolimi dirimu hingga hatimu terluka. Tatapanmu bila bulir air mata itu mengalir… Rasanya dunia bunda runtuh seketika. Anakku, apa yang harus bunda perbuat untuk menghapus duka di wajahmu? Bunda sudah minta maaf. Seharusnya bukan dirimu yang bunda bentak. Maafkan bila bunda salah.
Bunda kesal pada orang lain, kok kamu yang jadi sasaran? Ya Rabb… AmanahMu telah aku rusak…
Bila masih ada kesempatan untuk bunda memperbaiki semuanya… Bunda rela berbuat apa saja agar bisa membuatmu tersenyum kembali…
Manisnya senyum dan riangnya tawa… Kelak dewasa kau tinggalkan bunda menuju medan juang… Bersama calon syahid yang lain… Tugas bunda masih banyak untuk membentukmu menjadi sekuat Sayyidina Umar ra.
Tersenyumlah sayangku!