I Am Frigid
Itu kata temanku yang tiba2 datang ke rumah sambil nangis ujan2. Bweh. Aku bengong. Kok bisa? Setelah aku suguhkan teh manis kesukaannya, mengalirlah cerita itu.
Setelah melahirkan anak kedua, bencana itu mulai mengintip. lelah, suntuk,merasa tak cantik lagi, dan tak terangsang sedikitpun ketika sang suami mengajaknya bermesraan. Apalagi, si suami sedang puber kedua (maklum usianya 40 th). Makin paniklah temanku itu.
Aku bener2 gak bisa apa2.asli! sementara ia menangis makin keras, aku hanya bisa mengajaknya beristighfar dan shalat Ashar. Malah akhirnya dia bilang, "Aku gak mau kayak teh Ninih! gak mau diduain!"
Aku tambah bengong. Dalam hatipun aku berpikiran sama.
Hingga saat ini, aku gak bisa kasih jawaban yang memuaskan untuk dia. Gimana dong? Giliran aku yang ketakutan jadi frigid juga. na’udzubillah deh!
December 16th, 2006 at 2:31 pm
Aku kasih tips, nih biar nggak frigid. Jalinlah komunikasi dengan pasangan, karena segalanya itu intinya ada di komunikasi. Usia pernikahan ortuku udah 27 tahun, loh, dan alhamdulillah bapakku masih setia. Malahan mereka sekarang udah kaya’ orang pacaran lagi, aku sama adekku suka dicuekin malah
Jadi, ya, itu tadi, komunikasi aja diperlancar. lagian, kalo ada masalah2 seputar hub. suami istri, kan sekarang udah banyak klinik2 yang bisa membantu secara media.
December 20th, 2006 at 3:04 am
Mbak, aku ada link, nih, yang mungkin bisa untuk menjawab masalah seperti ini. Coba dilihat ya…..:D
http://yementimes.com/print_article.shtml?i=1008&p=report&a=2