Archive for December, 2006

Jalan Hidup Ada yang Atur

Monday, December 25th, 2006

begitulah…

mana aku tau kalau jalan hidupku seperti orang main sinetron begini?

dan lihatlah teman2ku yang kupikir biasa2 ajah ternyata sukses berat!

-blank-

hhhh….

plzzz….mau meledak deh rasanya! setidaknya aku masih bisa bertanya dalam hatiku: fabiayyi alaa i Rabbikuma tukadziban? begitu!

POLIGAMI

Thursday, December 7th, 2006

hehehehe….heboh buanget kan begitu berita tentang guruku terhormat itu menikah lagi? rusuh!

pada dasarnya aku setuju poligami dengan sederet catatan di dalamnya. misal: istri pertama tak lagi bisa melayani suami karena sakit atau karena alasan medis lain. dua, meminta sang istri yang memilih madunya. tiga, untuk mengangkat derajat calon istri kedua (biasanya janda ditinggal meninggal) agar tak kena fitnah masyarakat.

itu contoh aja. sementara aku pikir, apa sih kurangnya teh Ninih? Masih sehat lahir batin. Madunya pun Aa Gym sendiri yang cari (gara2 sering ngeliat teh Rini ngaji.) Dan teh Rini adalah janda kembang euy…

Katanya (denger di radio) Aa nikah karena kasihan teh Rini banyak anak. Aduh, masya Allah deh! Anak2 teh Ninih lebih buanyak tuh! (semoga aku gak ghibah)

kadang aku mikir…gak kepikiran Aa Gym nikah lagi! Sungguh! Baca di sebuah tabloid, teh Ninih ampe kram dan gak bisa pingsan tapi panas dingin begitu tau sang suami ingin menikah lagi. "Apa yang salah dalam diriku?" mungkin begitu pikiran teteh. Aku tak menyalahkan Aa bila ingin menikah lagi tetapi… setelah 20 tahun menikah, sudahkah Aa benar2 menyelami perasaan teteh yang paling dalam????

Dan…bagaimana dengan perasaan Ghaida,Ghazi,Ghina,Ghaza dan adik2? Entahlah…

Aku gak sanggup nulis banyak karena…aku pun anak dari istri kedua almarhum bapakku. Aku bisa mengerti perasaan teh Ninih dan anak2…

Live must go on…

I Am Frigid

Wednesday, December 6th, 2006

Itu kata temanku yang tiba2 datang ke rumah sambil nangis ujan2. Bweh. Aku bengong. Kok bisa? Setelah aku suguhkan teh manis kesukaannya, mengalirlah cerita itu.

Setelah melahirkan anak kedua, bencana itu mulai mengintip. lelah, suntuk,merasa tak cantik lagi, dan tak terangsang sedikitpun ketika sang suami mengajaknya bermesraan. Apalagi, si suami sedang puber kedua (maklum usianya 40 th). Makin paniklah temanku itu.

Aku bener2 gak bisa apa2.asli! sementara ia menangis makin keras, aku hanya bisa mengajaknya beristighfar dan shalat Ashar. Malah akhirnya dia bilang, "Aku gak mau kayak teh Ninih! gak mau diduain!"

Aku tambah bengong. Dalam hatipun aku berpikiran sama.

Hingga saat ini, aku gak bisa kasih jawaban yang memuaskan untuk dia. Gimana dong? Giliran aku yang ketakutan jadi frigid juga. na’udzubillah deh!