Masih Ada Tanah Di Bawahku

terserah! terserah!

mau nangis juga percuma. mau marah, buang energi. mau diem, ya masalah gak akan selesai. tapi itulah yang terjadi…

aku terus-terusan mengutuk diriku sendiri atas ketidakadilan yang aku terima. norak banget deh! herannya, aku masih misuh-misuh sendiri.

dan hal itu terhenti ketika suatu hari aku jalan di lorong bawah stasiun depok baru. banyak….banyak hal yang aku lihat. dan aku menangis. kini aku tau tangisku tak percuma.

masih banyak yang berada di bawahku. kalau tubuhku (nyaris)  sempurna, maka yang aku lihat adalah nyata. (maaf) kecacatan fisik itu…

kalau aku masih mampu beli susu formula untuk anakku, lantas bagaimana dengan bayi yang seusia anakku yang sedang merintih kelaparan itu?

kalau aku masih bisa menikmati nyamannya kamar tidurku, masihkah aku bisa merasakan gelisahnya tidur di ruang pengap dan memuakkan itu?

norak deh aku kalau ternyata aku masih menggugat Allah!

Leave a Reply