Archive for November, 2006

Masih Ada Tanah Di Bawahku

Wednesday, November 22nd, 2006

terserah! terserah!

mau nangis juga percuma. mau marah, buang energi. mau diem, ya masalah gak akan selesai. tapi itulah yang terjadi…

aku terus-terusan mengutuk diriku sendiri atas ketidakadilan yang aku terima. norak banget deh! herannya, aku masih misuh-misuh sendiri.

dan hal itu terhenti ketika suatu hari aku jalan di lorong bawah stasiun depok baru. banyak….banyak hal yang aku lihat. dan aku menangis. kini aku tau tangisku tak percuma.

masih banyak yang berada di bawahku. kalau tubuhku (nyaris)  sempurna, maka yang aku lihat adalah nyata. (maaf) kecacatan fisik itu…

kalau aku masih mampu beli susu formula untuk anakku, lantas bagaimana dengan bayi yang seusia anakku yang sedang merintih kelaparan itu?

kalau aku masih bisa menikmati nyamannya kamar tidurku, masihkah aku bisa merasakan gelisahnya tidur di ruang pengap dan memuakkan itu?

norak deh aku kalau ternyata aku masih menggugat Allah!

Shalat and….Shalat!!!

Tuesday, November 14th, 2006
Orang yang tidak melakukan shalat:
Subuh–>dijauhkan cahaya muka yang bersinar
Dhuhur–>tidak diberikan berkah dalam rezekinya
Ashar–>Dijauhkan dari kesehatan/kekuatan
Maghrib–>Tidak diberkan santunan oleh anak-anaknya
Isya–>Dijauhkan kedamaian dalam tidurnya

Sekarang Anda mempunyai 2 pilihan:

1)Biarkan dalam offline msg

atau

2)forward ke sejumlah orang yang anda kenal dan Insya Allah ridho Allah akan dianugerahkan kepada setiap orang yang anda fwd

Me : Past, Present, Future

Thursday, November 9th, 2006

Berubah!

Persis kayak pelem Jepang yang pernah beken itu.  Dulu, aku seorang pemimpi yang gak jelas. Mau jadi ini, itu…Dengan pikiran yang liar dan tanpa kendali.

Kini, dengan kehadiran 2 orang anak, mau gak mau aku gak boleh egois kayak dulu. Kudu realistis! Ngerem kebiasaan buang duit gak jelas itu….

Nantinya…entahlah! Asalkan anak2 tumbuh sehat dan tetap di jalan Allah, semua insya Allah akan baik2 saja. Aku dan suami? Hmmmm….persis dongeng Cinderella: dan mereka hidup bahagia selamanya….

Gitu lho….

My Life

Wednesday, November 1st, 2006

Malam takbiran, seorang tetangga meninggal dunia. Lebaran kedua, menyusul satu lagi. Keduanya karena over dosis minum anggur. Aku hanya bisa istighfar.

Mundur ke belakang, hidupku sangat kelam. Hitam dan hina. Gak ada yang tau. Hanya Allah.

Sekarang, setiap aku mengingat masa lalu, yang ada hanya tangisan penyesalan dan rasa syukur yang tak ada habisnya. Allah masih memberiku kesempatan taubat. Illahi Rabbi, gemetar sekujur tubuh bila ingat dosa yang menggunung tinggi dan rahmat-Mu yang melaut luas….

Ramadhan 1427H yang lalu, aku merasa nol. Hampa. Puasa tidak full karena masih menyusui, mengaji tidak tamat, dan amalan lainnya serasa lewat begitu saja. Malu? Tentu saja!!!! Diketawain sama malaikat nih! Dan konyolnya aku masih berharap bertemu Ramadhan tahun depan. Berharap bisa memperbaiki semuanya…

Hidupku….Tanpa orang tua. Semuanya dikerjakan sendiri. Cengeng? Mungkin. Entahlah!

Aku belum mau mati. Klasik? Gitu deh! Standar: merasa belum cukup tabungan amal untuk ditukarkan dengan tiket ke surga!Bweh!

Illahi Rabbi…Ijinkan aku…