January 2nd, 2008 by moz5warrior
Berhubung kalo nulis di blog bakalan diceramahin dan menuai protes, jadi aku tulis di sini karena yang lihat dan baca terbatas…hehehehe…..
Tanggal 31 Desember 2007, aku dan suami berniat mengajak Umar ke masjid At-Tiin dalam rangka dzikir bersama bang Arifin Ilham. Maka kami pergi dengan hati membuncah dan semangat tinggi, sampailah pas adzan Dhuhur berkumandang. Lho siang amat? Wong kita sekalian dagang kok!hehehehe…
Nah, di sana kita dagang pake acara diusir2 dan berpindah2 sampe akhirnya kita menetap (heh!) di dekat parkiran. Sambil menunggu acara mulai, so pasti kan jamaah banyak yang berdatangan dong. Tapi aku dan suami capek luar biasa karena Umar lincahnya subhanallah! Hehehehe….
Sebenernya sih cerita ini mengenai Musthafa (personel DEBU) yang aku pelototin ampe puas waktu di sana. Hehehehh….
Melihat dia kok ya hati ini dagdigdug! Halah, haram dong mandang dia…huhuhuhuhuhu…. Tapi melihat dia memang adem sih. Puas deh rasanya pelototin dia karena waktu DEBU manggung di Detos, aku gak bisa lihat. hix…
Kesabarannya check sound,"Mas, broadcastnya udah dicek? Mas, biola gimana? Mas, tamborin gak kedengeran." Padahal keliatan lho dia itu capek luar biasa…hehehehe…
Udah ah komennya tentang dia, selebihnya aku mau menikmati sendiri..hihihihihi
Posted in Uncategorized | Comments Off
October 1st, 2007 by moz5warrior
Umar semakin cerewet. Semakin pintar ngoceh dan …. susah deh bilangnya. Pokoknya menakjubkan! Kalo mau berhitung, mulainya "iga" alias "tiga" dulu baru " atu", "uwa","mpa"…..hehehehe.
Ainun semakin kelihatan cantik. Anak gadisku yang satu ini pun semakin pintar. Dia tuh yang bikin Umar selalu kangen. Tiap ada suara telepon, langsung teriak, "Teteh Ninun!" dan menangis. "Aoh, teh? Ninun? Aoh… Yaaa…"
Keduanya pun kini membuatku khawatir. Berita penculikan, pembunuhan, pemerkosaan… Astaghfirullah! Gemeteran deh… Rasanya tak akan terbayangkan bila keduanya hilang dari pelukanku. Kiamat deh!
Makanya aku jadi parno sendiri. Suka mikir, kalo Umar diculik, gimana? dia belum lancar ngomong…. Siapa yang tega merebutnya dari tanganku? Kalo Ainun diperkosa, gimana? Masa depannya? Ada gak yang mau sama dia? Apakah pria lain percaya bahwa anakku gadis baik2?
Ya Allah, jangan biarkan semua itu terjadi! Bagaimana kau bisa bertanggung jawab di hadapanMu kelak????
Ainun dan Umar… Maafkan bila bunda belum bisa menjadi ibu yang baik bagi kalian…
Posted in Uncategorized | No Comments »
September 26th, 2007 by moz5warrior
Tak ada yang salah dengan dirimu
Aku yang selalu menyusahkanmu dengan emosiku. Aku yang selalu meninggikan suaraku di hadapanmu. Aku yang kurang peka akan kebutuhanmu. Aku yang selalu merasa ‘lebih’ darimu.
Ada sesuatu dalam dirimu
Ketika aku pernah membuat harapan di masa kecilku tentang pangeran yang baik hati. Ketika di sebuah malam Ramadhan aku menangis karena cintaNya. Ketika aku melihat senyummu untuk pertama kali. Ketika Allah menunjukkan kuasaNya atas diriku.
Ada harapan yang membentang
Kita akan selalu berjalan bersama. Kita akan selalu saling melengkapi dan menasehati. Kita akan selalu menengok ke belakang untuk menatap masa depan. Kita akan selalu ingat janji kita pada Allah.
Tak akan mudah untuk menghadapinya. Namun aku yakin kita mampu. Untuk itulah Allah menyatukan kita. Untuk itulah aku selalu merindukanmu.
Aku mencintaimu karena Allah…
Posted in Uncategorized | No Comments »
September 24th, 2007 by moz5warrior
Sore itu tampak cerah. Gak kerasa deh kalau lagi puasa dan lapar buanget! hehehe….
Aku tersenyum tipis melihat banyak para pedagang makanan dan minuman begitu gencar menjajakan dagangan mereka. Berjuta harapan membuncah. Tidak laku semua, paling tidak ada sedikit yang di dapat untuk makan keluarga di rumah.
"Persiapan buat buka!" "Ayo siapa lagi minumnya?" "Rotinya seribu saja!" "Kolaknya, Bu?"
Aku lagi-lagi tersenyum tipis… Dan menggeleng lemah. Bukan karena puasa, tetapi karena tak mampu membantu mereka dengan membeli. Sok sosial? Bukan juga. Hanya sekedar merasakan perjuangan mereka. Aku pun seperti mereka. Sulitnya mendapatkan pembeli. Pergi Subuh pulang Isya. Karena sekarang aku tak lagi bisa menemani "Teman Sejatiku" berjualan roti, aku hanya bisa meringis bila pendapatan hari itu sedikit.
Aku hanya diam mematung menyaksikan drama di sekitarku. Sekilas aku lihat ke atas jembatan yang persis berada di atas halte Busway Dukuh Atas. Seorang ibu dan "anaknya" (entahlah?) yang berusia 10 bulan duduk tersenyum. Aku tak dapat menjabarkan arti senyumnya. Berjuta tanya hinggap di kepalaku. Anak sekecil itu berkelahi dengan waktu….(Iwan Fals)
Anak yang polos itu tersenyum manis sekali saat aku menatapnya. Aku jadi ingat Umar… Jagoan kecilku yang selalu kurindukan itu…Lagi-lagi aku harus menahan rasa sesak di dada. Sok sentimentil? Terserah deh!
Tapi aku kok ya merasa gak berdaya melihat kaum marginal itu setiap hari melintas menari di depan mataku. Akunya yang bakalan jadi cengeng. Sebel.
Jadi, aku hanya diam mematung. Lupakan makan malam di KFC atau sekedar menikmati kopi di Starbucks. Aku membayangkan mereka minum air mentah dan nasi basi.Ini kenyataan. Lupakan memborong produk sale di Centro atau Metro. Punya sehelai pakaian super lusuh pun sudah syukur.
Aku sering membayangkan menjadi bagian dari mereka… Aku pernah merasakannya…
Aku naik bus yang akan mengantarku pulang ke rumah. Aku mulai menangis…
kapan lebaran ya?
Posted in Uncategorized | No Comments »
September 17th, 2007 by moz5warrior
Masya Allah! Aku sudah tua ya? Jelang usia 30 ini… Rasanya kok gemeteran kalo inget2 jadul… Lahir, tumbuh berkembang, terjatuh dan bangun tapi jatuh lagi, sekolah, tau yang namanya cowok (lho?), kuliah, mengenal apa itu Syi’ah (and almost there!), ‘bertaubat’, menikah, punya anak….
APA LAGI???
Melihat daftar teman2 yang berserakan di mana-mana dalam situs FS ini (ternyata menakjubkan!)… Ya Allah, betapa aku sangat merindukan semuanya! Teman masa kecil, masa sekolah, masa kuliah, masa bertaubat, semuanya…
Hampir semua memamerkan pasangan bahkan ‘buntut’ masing2. Jadi lucu dan geli. Kalau situs FS ini adanya 10 tahun yang lalu… kebayang gak seh bakalan kayak gini? Hhhhh…. Life must go on…
Teman2 yang aku rindukan, yang aku cari, yang aku sayang… Tiba2 kok aku ingin menangis bahagia. Ternyata kalian masih ada. Hanya saja entah di mana. Ternyata aku sadar betapa teman2 begitu mengagumkan. Sungguh! Dengan kepribadian masing… Saling melengkapi… Rasanya kerinduan ini begitu menggelegak.
Banyak.. Masih banyak yang belum aku temukan di FS ini. Aku akan terus mencari sampai (mungkin) aku mati. Ternyata temanku banyak. Tiba2 aku merasa kehilangan…
REUNI??????
Dengan kesibukan masing2…Apa bisa???
lagi bingung dan laper bin ngantuk….
Posted in Uncategorized | No Comments »
September 11th, 2007 by moz5warrior
Gak banyak yang tau kalo aku sudah berubah. Hampir…enam tahun. Dan (hampir) seluruh aspek kehidupanku juga berubah. Terutama dari segi spiritual. Sok suci? Terserah deh… Aku mencoba untuk berubah. Sulit. Teramat sulit. Jika melihat jauh kebelakang, sungguh rasanya menangis seluas samudra pun takkan mengurangi rasa penyesalan itu…
Yang mengenalku dengan baik mengerti akan keegoisanku dulu. Pokoknya kudu dan mesti harus pendapatku yang bener. Lupa deh kalo di dunia ini semuanya berdampingan. Aku hampir tak bisa menghargai orang lain. Pun ortuku sendiri. Ketika almarhumah mama memintaku untuk menemaninya di kamar rumah sakit yang dingin dan sepi, aku malah pulang dengan dalih ujian matematika. Ketika nilaiku hanya dapat 4 (empat!), aku tidak menangis.
Ketika aku terus menerus memaksa almarhum bapak mentransfer sejumlah uang dengan dalih dana kuliah padahal bapakku lagi krisis, aku tak peduli dengan mata bapak yang bertelaga bening…
Dulu aku berhati batu. Tak ada rasa empati. Iba melihat kantong2 kemiskinan ibukota, tapi boro2 ngerasain SEANDAINYA aku yang menempati posisi mereka (I did).
Dulu suara ‘kebun binatang’ bisa terdengar dari mulutku saban waktu. Tak peduli orang lain sakit hati kukatai habis2an. Pokoknya aku puas, meski setelah itu harus bertengkar.
Aku anak nakal. Liar. Brutal. Entah apa lagi… Aku frustrasi. Itukah sebabnya aku sering diajak mama ke psikolog? (Kenapa gak ke psikiater sekalian?) Ada yang salah dalam diriku. Mungkin.
Kalau sekarang aku berubah, adakah yang percaya? Adakah yang mau menerima? Aku sendiri gak tau dan pasrah.
Ramadhan kali ini, saatnya aku berubah lagi. Kembali menjadi kepompong Ramadhan agar kelak di hari yang fitri aku bisa menjadi kupu2 yang cantik…Amien…
Posted in Uncategorized | No Comments »
September 11th, 2007 by moz5warrior
Alhamdulillah… Sebentar lagi Ramadhan, bulan yang sangat aku tunggu! Insya Allah sampai aku pada bulan penuh rahmat dan maghfirah…
Di bulan ini pula… Karunia dari Allah datang setelah melalui proses jatuh bangun, penuh caci maki dan hinaan, darah dan air mata, kepasrahan tak berujung…
Sungguh, aku percaya bahwa Allah sangat mencintaiku. Aku pun percaya bahwa Allah tak akan meninggalkanku walau sedetik! Allah memilih Ramadhan ini hanya untukku! Hadiah dari Allah yang terindah dan penuh berkah, insya Allah…
Mohon maaf lahir bathin kepada semua saudaraku seiman di mana berada. Terima kasih atas doa dan bantuan kalian selama ini. Tanpa kalian, aku bukan apa2.
Suamiku tercinta atas kepercayaannya kepadaku untuk memegang amanah ini. Mohon bersabar dalam mengasuh anak kita selama aku gak di rumah ya?
Anak2 manis, Ainun dan Umar… cinta bunda pada kalian insya Allah selamanya. Rezeki yang ada pada bunda, itulah hak kalian semua. Bunda dan bapak hanya menumpang mengatur rezeki kalian sebelum kalian dewasa dan kelak bisa mengatur keuangan sendiri.
Adikku semata wayang si ‘ujang kasep’ Adie… Perjuanganmu menuntaskan kuliah adalah berkah Ramadhan terindah buat teteh. Mohon maaf bila diriku belum bisa menjadi kakak yang baik. Love u so much!
Ashar yang cerah di Jakarta…Laper.Ihix…
Posted in Uncategorized | No Comments »
August 19th, 2007 by moz5warrior
Hhhhhh….
Capeknyaaaaa…. Padahal 17an kemaren kagak jadi panitia apa2,tapi capek cekaleee….kebagian jatah bikin donat. Hehehehe…
Belum lagi Umar kecilku lasak nian! Mata nih mesti nambah 10 biji biar bisa ngawasin dia lebih ketat. Habis minum air mentah di bak mandi, dia guling2an di teras yang belum aku pel. Puas begitu, main pasir. Aku lengah sedikit, eh… sudah naik tangga dan ‘mendarat’ dengan ’sempurna’. Nangis tapi gak kapok! Hwaduuuuhhh…
Kalau kakaknya yang centil, mainnya kuat tapi makannya sedikit. Maunya jajan melulu. Itulah Ainun. Duh, gadis kecilku itu! Kalau selesai mandi bukannya tutup badan pakai handuk kimononya, malah jalan2 serasa peragawati kesasar. Kalau ingat berita2 kriminal sekarang ini…Nau’udzubillah! Merinding aku! Yang ada yaaa….marah2 sambil teriak, "Masuk kamar!"
Heheheheh…..repotnyaa….Bahagianya…
Capeknya!
Tambah anak lagi ah! Bikin tim Voli! hehehehe
Posted in Uncategorized | No Comments »
August 6th, 2007 by moz5warrior
Nama penyakit ya?
Bukan! Itu kesayanganku yang doyan makan permen karet dengan jambul Duran-duran yang norak itu! Hehehehe…
Udah 20 tahun ya? Senangnya waktu Reuni di Bentara Budaya Jakarta tanggal 28 Juli lalu.
Ternyata aku masih bisa tertawa. Ternyata hidupku masih penuh warna (gak melulu hitam gituh!)
Twengkyuh buat mas Hilman yang bisa berimajinasi dengan karya Lupusnya. Buat bang Boim dan bang Gusur yang norak. Buat mas Wedha dengan siluet Lupusnya.
Berjuta terima kasih ya!
Posted in Uncategorized | No Comments »
August 6th, 2007 by moz5warrior
Calon Mujahid tercinta!
Apa kabarmu, nak? Masihkah engkau menyuarakan rindumu untuk bunda? Masihkah senyum itu tersisa agar bisa bunda nikmati? Masihkah pelukan hangat dan erat itu hanya untuk bunda?
Jangan menangis lagi. Maafkan bila terkadang bunda khilaf mendzolimi dirimu hingga hatimu terluka. Tatapanmu bila bulir air mata itu mengalir… Rasanya dunia bunda runtuh seketika. Anakku, apa yang harus bunda perbuat untuk menghapus duka di wajahmu? Bunda sudah minta maaf. Seharusnya bukan dirimu yang bunda bentak. Maafkan bila bunda salah.
Bunda kesal pada orang lain, kok kamu yang jadi sasaran? Ya Rabb… AmanahMu telah aku rusak…
Bila masih ada kesempatan untuk bunda memperbaiki semuanya… Bunda rela berbuat apa saja agar bisa membuatmu tersenyum kembali…
Manisnya senyum dan riangnya tawa… Kelak dewasa kau tinggalkan bunda menuju medan juang… Bersama calon syahid yang lain… Tugas bunda masih banyak untuk membentukmu menjadi sekuat Sayyidina Umar ra.
Tersenyumlah sayangku!
Posted in Uncategorized | No Comments »